<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1307302643648478475</id><updated>2012-02-16T00:58:01.071-08:00</updated><category term='essay'/><title type='text'>Hug Galih</title><subtitle type='html'>melihat, mendengar, bermimpi, dan berjalan adalah bagian dari segalanya dalam hidup dan catatan ini akan melukiskan semuanya dalam sebuah ruang - ruang sempit dengan semerbak aroma kebebasan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://huggalih.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1307302643648478475/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://huggalih.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Galih Aji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06263958587883872636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_M3_mBDaDdy0/SmAgUylSlHI/AAAAAAAAAAM/_dMaAda7qss/S220/galih.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1307302643648478475.post-5197477015310147719</id><published>2009-07-16T23:24:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T23:15:50.118-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='essay'/><title type='text'>journey for dream</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada begitu banyak cerita heroisme yang kita dengar, lihat, atau baca. Tapi buatku kisah yang paling menarik adalah kisah tentang para pelaut. Karena tiap kali aku baca kisah tersebut memoriku selalu teringat tentang satu cerita yang pernah dikisahkan ayahku disatu malam. Sebuah kisah untuk membuatku tertidur dan bermimpi indah pada awalnya, akan tetapi mendengar kisah tersebut justru membuatku berpikir dan membayangkan kalau akupun harus mengalami seperti tokoh tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dimulai sebelum manusia sadar akan adanya kehidupan lain bahkan mimpi dan cita - cita adalah layaknya berhayal dan absurd pada waktu itu. Kehidupan bagi semua orang pada waktu itu adalah hanya tentang apa yang kau lihat dan miliki. Tapi tidak semua orang pada kenyataannya berpikir hal yang sama. Karena ternyata masih ada seseorang yang berani bermimpi untuk hal yang abstrak dan mustahil terwujud bagi sebagian orang yang mendengarnya. karena keyakinan membawanya untuk percaya kalau mimpi adalah awal dari perubahan. Baginya bermimpi menjadi pelaut dan berlayar akan membawanya menemukan dunia dan kehidupan baru.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dimulailah mimpi itu, ia tinggalkan semua apa yg dia miliki tanah, rumah, harta, semuanya. Karena baginya ada hal yang lebih penting bernama " sejarah", keyakinan telah membawanya melempar sauh dan meninggalkan tanah kelahirannya. Selama perjalanan itu banyak sudah yang ia lihat, dengar, dan saksikan begitu banyak tanah, budaya, ataupun kehidupan yang berbeda. Akan tetapi definisi tentang dunia dan kehidupan baru masih juga belum ia temukan. Karena baginya semuanya yang ia lihat dan dapat hanyalah perbedaan tempat belaka sedangkan sisanya masih sama. Tanpa ia sadari waktu terus begulir dengan semua dialektikanya akan tetapi keresahan itu masih saja memenuhi keyakinannya. Sampai pada satu waktu ia merasa lelah, termenung dalam kesepian dan kesendirian. Tiba - tiba depresi membuat ia berpikir ulang tentang semua mimpinya dan membawanya kembali teringat akan tanah dan rumahnya. Sambil termenung ia bertanya untuk apa ia melakukan ini ?, adakah mimpi itu satu hal yang nyata ?, lalu bagaimana dengan sejarah dan perubahan ?,...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada jawaban yang ia dapat dalam tiap pertanyaan tersebut, dan bertahun - tahun sudah ia lalui. Sudah beratus bab catatan yang ia buat sebagai rekaman perjalanan tentunya dengan cerita didalamnya. Beberapa orang yang mengetahui cerita perjalanannya hanya menganggapnya lelaki yang utopis tanpa mengerti substansi tujuan akhirnya. Tapi tak urung cerita tersebut membuat sebagian orang penasaran dan bertanya - tanya. Hingga satu hari seorang nelayan menemukan sebuah perahu yang karam, sebuah perahu yang diketahui belakangan adalah perahu si pemimpi. Akan tetapi tak ditemukan seorang pun di perahu tersebut. Yahh si pemimpi telah pergi, hilang secara misterius dan tersisa hanya sebuah buku. Sebuah buku yang bercerita tentang semua perjalanannya dgn semua mimpinya yang berisi berbagai rekaman hidup. Sampai buku itupun menjadi kisah dan menggugah kesadaran sebagian orang untuk mempunyai mimpi yang sama. Yaaa.., kisah tersebut telah menjadi sejarah sendiri dan juga telah merubah menjadi sebuah inpirasi. Dan mungkin si pemimpi dapat tersenyum menikmatinya karena mimpinya telah menjadi sejarah dan merubah sebagian orang. Bukan tanah, rumah, atau kehidupan baru yang ia dapat akan tetapi kisahnya adalah pandangan baru untuk orang lain. Sungguh mulia bagi mereka yang tidak hanya bermimpi untuk dirinya sendiri akan tetapi membuat sadar orang lain dengan mimpinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1307302643648478475-5197477015310147719?l=huggalih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://huggalih.blogspot.com/feeds/5197477015310147719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1307302643648478475&amp;postID=5197477015310147719' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1307302643648478475/posts/default/5197477015310147719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1307302643648478475/posts/default/5197477015310147719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://huggalih.blogspot.com/2009/07/journey-for-dream.html' title='journey for dream'/><author><name>Galih Aji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06263958587883872636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_M3_mBDaDdy0/SmAgUylSlHI/AAAAAAAAAAM/_dMaAda7qss/S220/galih.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1307302643648478475.post-6294776187951122494</id><published>2009-07-16T23:22:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T23:21:59.023-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='essay'/><title type='text'>some note on one night</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=382406&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=91918902552&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=91918902552&amp;amp;id=1032612434"&gt;&lt;img src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2693/226/4/1032612434/n1032612434_382406_1041381.jpg" alt="" class="" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption"&gt;national has  broken&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                         "Q about love ??? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yg membuat kalian jatuh cinta ?, pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut seorang gadis. yang rasanya baru sebentar lagi akan mendapatkan KTP pertamanya. hebatnya itu kemudian diteruskan oleh pertanyaan yang lebih substansi dari seorang Rere. karena nampaknya malam sedang agak nge - beat sekaligus melow jadilah kutipan - kutipan dari mulai Pramoedya Anantatoer sampai Socrates di perdengarkan. Semuanya seperti berlari dari definisi masing - masing peserta diskusi itu sendiri. maka berlanjutlah pertanyaan menjadi lebih kepada " love story by process ", tapi kemudian pertanyaan berlanjut menjadi apakah proses semua itu yang namanya cinta ?, nggak ahh buktinya proses yang dah lama aja masih kandas - kandas juga iyahh gak Re ?..., kesimpulan akhirnya adalah cinta punya hubungan langsung sama yang namanya cita - cita ( makanya ada yang namanya cita cinta ). Dan karena mimpi semua orang masih berbeda - beda jadinya yahh cinta selalu punya definisi yang beda juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                    " kertas &amp;amp; masa depan "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sore hari seorang siswi SLTA menulis note tentang bayangan masa depannya dari sebuah bilik suara. malam hari sepasang kakek - nenek berlomba untuk membunuh nyamuk dan dinginnnya angin malam di emperan toko, entah telah berapa kali Pemilu tapi hanya cinta sejati, kain &amp;amp; baju dekil, serta perut lapar yang tersisa. Seorang ibu sedang berpikir apa yg akan dia wariskan kepada anaknya, mengingat berapa pohon yang harus dikorbankan atas nama pesta demokrasi. jadi apa yang harus diharapkan lagi dari sebuah mimpi yang dibangun diatas masa depan bangsa ini. masihkah ada sebuah masa depan seperti yang dibayangkan oleh seorang siswi SLTA ataukah akan menyisakan kembali cinta sejati, kain &amp;amp; baju dekil saja.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;                                                                   " pagi dan Rp. 1000,00"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari masih gelap tapi sekitar dua jam lagi dia akan menjadi terang. seorang lelaki terlihat duduk gelisah di pinggir trotoar. lembaran uang receh berceceran ditangannya, " huhh masih kurang ". mendadak mukanya terkulai lemas disertai kening mengkerut menambah garis - garis cerita sendiri di keningnya." hahh, kemana lagi aku cari " tiba - tiba dia teringat istri dan 5 orang anaknya dirumah dengan muka pucat menahan lapar selama seharian. dia lihat satu persatu uang receh yg berserakan di kumpulkannya lagi. jumlahnya hanya lima ribu perak, tak cukup buat beli 3 buah nasi bungkus. matanya beralih ke sudut lampu merah, pikirannya pun menagkap sebuah harapan. kalau mungkin dia bertahan dua jam lagi untuk menyanyikan beberapa lagu dgn suara seraknya, cukuplah sebanding dengan seribu rupiah ditangannya. mulailah ia beraksi diantara mobil - mobil yang melaju. entah sudah berapa lagu ia tembangkan tapi hanya salam tangan dijendela yang ia dapat. tapi keberuntungna segera datang untuknya, sebuah tangan mengasihininya walaupun dengan sangat hina melempar sebuah lembaran uang sambil melaju. sambil tersenyum ia berlari menyambut juru selamat keluarganya. terbayar sudah semua kerja kerasnya sehari ini, tapi ayal sebuah sedan melaju deras di tengahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" hati, masa depan, dan realitas adalah cerita di kehidupan ini. tak peduli materi dan waktu yang berubah ia akan selalu ada dalm porsinya sendiri "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;met pagi and met bobo smuaa...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1307302643648478475-6294776187951122494?l=huggalih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://huggalih.blogspot.com/feeds/6294776187951122494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1307302643648478475&amp;postID=6294776187951122494' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1307302643648478475/posts/default/6294776187951122494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1307302643648478475/posts/default/6294776187951122494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://huggalih.blogspot.com/2009/07/some-note-on-one-night.html' title='some note on one night'/><author><name>Galih Aji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06263958587883872636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_M3_mBDaDdy0/SmAgUylSlHI/AAAAAAAAAAM/_dMaAda7qss/S220/galih.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1307302643648478475.post-8379724005716020373</id><published>2009-07-16T23:21:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T23:23:24.988-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='essay'/><title type='text'>surat yang tak sampai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" hai apa kabarnya, gimana sekarang, ??" ..Suara riang sekaligus memecah keramaian di sore itu. Dua manusia terlihat saling menegur sapa, dua - duanya menyiratkan keriangan di wajah masing - masing. hmm.. Seperti layaknya dua manusia yang telah terpisah jarak dan waktu lalu kini dipertemukan kembali. Wajah dan tubuh mereka tak lagi muda memang, kalau boleh dibilang mungkin terlalu telat untuk menyebut pertemuan itu sebagai reunian sepasang kakek dan nenek. Tapi hari itu waktu seperti menenggelamkan mereka ke dalam cerita masa lalu,.. yahh masa lalu mereka yang euforia namun indah dengan sedikit bumbu - bumbu sentimentil nan melankolis di dalamnya. Seperti yang tergurat jelas dalam bias wajah mereka berdua saat itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 7 jam lamanya mereka terlibat dan tenggelam dalam perbincangan, yang mungkin itu semua adalah kumpulan ringkasan pendek dari cerita masa lalu. entah sudah berapa fase dari perjalanan itu mereka ceritakan kembali. hari ini semua cerita, pertanyaan, jawaban, sampai rahasia dari sebuah canda khas masa muda mereka putar ulang kembali. tak terasa putaran rekaman telah mereka tumpahkan semuanya. kali ini mereka terdiam, hanya sedikit senyum kecil dari efek putaran waktu yang mereka perlihatkan. yahh..keduanya terlibat dalam perbincangan hati. perasaan mereka saling berbicara tanpa ada sepatah kata pun yang keluar. keduanya mencoba menggali sisa kenangan yang mungkin mereka lewatkan untuk di putar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" sudah larut,,aku harus pulang "...&lt;br /&gt;" iyahh tak terasa waktu lagi yang memisahkan kita "....&lt;br /&gt;" waktu yang mempertemukan kita, maka ia juga yang harus memisahkan "&lt;br /&gt;" kau benar, senang sekali rasanya hari ini "&lt;br /&gt;" begitu pun aku, tak sangka bisa bertemu mu lagi "&lt;br /&gt;" aku antar ?? "&lt;br /&gt;" tak usah, aku sudah dijemput oleh anakku "&lt;br /&gt;" alasanmu selalu sama "&lt;br /&gt;" tidak kali ini sungguh "&lt;br /&gt;" baiklah, kapan kita bisa bertemu lagi "&lt;br /&gt;" seperti yang kubilang, biar waktu pula yang mempertemukan kita "&lt;br /&gt;" baiklah "&lt;br /&gt;" aku pamit yahh, sampai ketemu lagi "&lt;br /&gt;" iyahh, hati - hati di jalan "&lt;br /&gt;" kamu juga "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmm..., helaan nafas sang kakek melepas sekaligus menutup semua moment itu. sekarang tinggal dirinya duduk sendiri, tatapannya kosong nan jauh serasa menembus waktu. dikeluarkannya sebuah buku bersampul hijau, dipandanginya sebentar..disitulah ia merekam semua pahit dan manis semua cerita masa lalu. di sela - sela buku dia temukan sebuah amplop berisi secarik kertas. Ia keluarkan kacamata tua dari sakunya, dan dibacanya kembali tiap baris dalam kertas tersebut. pelan - pelan dalam hati sesaat dia tenggelam dalam sebuah masa. dia teringat betapa lepasnya manakala tuk terakhir kali Ia tulis surat itu, yahh hanya ditulis tapi tak pernah ia kirimkan. sebuah surat yang harusnya dapat mewakili kejujurannya, mimpinya, dan perasaannya. Bahkan sampai hari ini manakala janji itu harusnya ia penuhi. janji untuk membacakan ulang perasaan yang tertulis, tuk seorang wanita dari masa lalu yang hari ini kembali dihadirkan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita tua terduduk diam di jok belakang sebuah taxi. Tatapannya ia buang jauh menembus macet dan hiruk pikuknya Jakarta. " hahh klo gak macet pasti namanya bukan Jakarta ", bergumam Ia dalam hati. Entah mengapa ia merasa resah setelah keluar dari cafe tadi, perasaannya terngiang kembali akan pertemuan tadi. Untuk kesekian kalinya ia merasa membohongi dirinya dan lelaki itu, dan entah sampai kapan akan seperti ini mungkin waktu yang akan memutuskan. Dalam hati ia bergumam lagi " mimpimu lebih berharga ketimbang aku ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalimalang, menjelang rabu pagi&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1307302643648478475-8379724005716020373?l=huggalih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://huggalih.blogspot.com/feeds/8379724005716020373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1307302643648478475&amp;postID=8379724005716020373' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1307302643648478475/posts/default/8379724005716020373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1307302643648478475/posts/default/8379724005716020373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://huggalih.blogspot.com/2009/07/surat-yang-tak-sampai.html' title='surat yang tak sampai'/><author><name>Galih Aji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06263958587883872636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_M3_mBDaDdy0/SmAgUylSlHI/AAAAAAAAAAM/_dMaAda7qss/S220/galih.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1307302643648478475.post-4091757947659934712</id><published>2009-07-16T23:20:00.001-07:00</published><updated>2009-07-16T23:20:54.178-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='essay'/><title type='text'>Topeng</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah sore, sebelum malam....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari belum lagi gelap, sang surya masih bertahta diatas ronanya yang perlahan mulai memudar. Tik..tak...tik..tak.. detak itu merayap pelan di sebuah ruangan pengap tak berventilasi. Seorang lelaki terbangun dari tidurnya yang pulas, matanya masih terpicing menandakan tidurnya belumlah cukup. Dengan malas ia bangunkan seluruh tubuh untuk segelas air putih di sudut meja. “ Hahhh..sudah pukul 5 sore rupanya “, kali ini ia bawa tubuhnya kepada sebuah ruangan kecil untuk membasuh dan menyegarkan wajahnya sejenak. Lalu kembali lagi untuk segelas air putih dan sebatang rokok. Disulutnya perlahan, ia hisap dalam – dalam sampai kemudian mengepulkan asap – asap putih ke angkasa ruangan. Seakan asap – asap tersebut mensimbolkan cerita – cerita dikepalanya dan membawanya pada ingatan sebuah kejadian yang beberapa hari ini telah melelahkan fisik dan jiwanya, sampai membawanya tuk tidur sepanjang hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 hari sebelumnya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Heyy, lo Rio khan, masih inget gw khan.., Dani teman seperjuangan dulu dikampus ”.&lt;br /&gt;“ Ahhh yaa...yaa..gimana kabar lo.., wuihh hebat lo sekarang kerja dimana..?. “ gw dah jadi kordinator tim sukses yahh lumayan lahh,.. ok dehh ni kartu nama... kalau lo ada sempet telpon gw aja nanti kita ngobrol – ngobrol lagi okay..mpe ketemu yahh..”.&lt;br /&gt;senyum sinis tiba – tiba saja mengembang dari bibir laki – laki itu, “ hmm ..Dani “ terbayang seorang kawan yang pernah dia kenal dulu waktu kuliah. Seorang teman yang selalu menarik dengan sifat radikal dan revolusionernya, bahkan negara dan pemerintah seakan hanyalah pentung bagi prinsipnya. Tapi hari ini ia lihat sosok lelaki yang berbeda. Dipandangnya selembar kartu nama, dan masih dengan senyum dinginnya ia selipkan kartu nama itu diantara 3 tong kuning yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ woii bengong aja kau “, lamunannya terhenti oleh sesosok pria dengan gaya khas rap – rapnya. Dan kalau sudah begini biasanya selama satu jam kedepan ia akan terpaksa larut oleh cerita rumah tangga, dimana bayangan tokoh tigor dan lastri dalam suami - suami takut istri terpampang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman pernah berkata kepadanya tentang hidup dan karakter manusia. Dalam hidup ada 2 hal : pikiran dan perasaan, dan terkadang 2 hal tersebut akan mendasari karakter dan perubahan seseorang. Dengan pikiran seseorang akan berubah dengan sebuah substansi ego yang ia punya.&lt;br /&gt;Dan perasaan adalah watak alami untuk menerima sebuah perubahan yang terjadi. Karena semua manusia mempunyai seribu wajah dan karakter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah sore, sebelum malam......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah habis batang ketiga, tak ada lagi niat tuk menyambung dengan batang ke empat. Kali ini ia bawa tubuhnya menuju sebuah lemari kayu, dipilihnya beberapa pakaian, lalu bercermin. Ia tatapi cermin itu sambil bertanya satu hal. “ dengan apa ku hadapi malam, jadi apa aku malam ini ? “, diambilnya sebuah wajah, sebuah karakter yang dingin dan kesepian. Kiranya akan menjadi pas untuk sebuah topeng malam ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=501206&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=117355402552&amp;amp;aid=-1&amp;amp;oid=117355402552&amp;amp;id=1032612434"&gt;&lt;img src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs112.snc1/5119_1163457119920_1032612434_501206_2532482_a.jpg" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1307302643648478475-4091757947659934712?l=huggalih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://huggalih.blogspot.com/feeds/4091757947659934712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1307302643648478475&amp;postID=4091757947659934712' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1307302643648478475/posts/default/4091757947659934712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1307302643648478475/posts/default/4091757947659934712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://huggalih.blogspot.com/2009/07/topeng.html' title='Topeng'/><author><name>Galih Aji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06263958587883872636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_M3_mBDaDdy0/SmAgUylSlHI/AAAAAAAAAAM/_dMaAda7qss/S220/galih.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1307302643648478475.post-357970177605383130</id><published>2009-07-16T23:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-16T23:18:40.684-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='essay'/><title type='text'>Egality</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ susah senang dirasa sama, bangun – bangun segera “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita tua dengan raut muka pucatnya berdiri nyinyir menghadap sebuah teras rumah makan. Entah sudah berapa lama ia berdiri disitu, di sebuah sudut penantian untuk sejengkal ruas yang ia harap hari ini dapat diisinya. Dalam orang – orang yang terbuang Pram pernah berkata, “ mulialah hidup mereka yang menjadikan makan untuk hidup bukan sebaliknya “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang ini Sang hari seperti sedang berkoalisi untuk memberikan sengatan panasnya yang luar biasa. Aku baru saja menyudahi perdebatan panjang dalam imajinasi aksara. Dan humanisme penat menyeretku untuk pada sebuah kalimat kerja “ makan “. Kususuri jalan dan pelataran, kuikuti naluriku kiranya akan dia bawa kemana aku. Sampailah aku di satu sudut, ternyata naluriku tidak membawaku pada sebuah pemandangan bersantap siang. Dia membawaku untuk sebuah humanisme yang lain. Seorang yang di wajahnya mengatakan, “ hey dapatkah kau menjadi Tuhanku hari ini ? “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahh hari ini aku telah menjadi Tuhan, belumlah untuk semua tetapi untuk satu manusia di hari ini. Ada kepuasan bathin yang aku dapat, bahkan mungkin tak akan kudapatkan rasa puas itu dalam perasaan kenyang. Naluriku masih tetap lapar tapi hatiku telah terpuaskan sebelum aku kenyang. Dan perasaan ini akan menjadi sesuatu yang hangat untuk sebuah kalimat “ aku telah berbagi “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Masih kau baca buku itu ? “, tanya ayahku satu waktu&lt;br /&gt;“ buku yang mana ? “, balik ku bertanya&lt;br /&gt;“ buku yang pernah kau ceritakan, dimana cerita masa depan yang menggambarkan manusia yang hidup tanpa alienasi “&lt;br /&gt;“ ohhh, masih yah “, jawabku&lt;br /&gt;“ seberapa besar kau maknai cerita itu ? “, lagi ia bertanya&lt;br /&gt;“ aku memahaminya sebagai sebuah makna dari kata “ berbagi “, jawabku lagi&lt;br /&gt;“ hahh, “...berbagi...”   bukankah itu sebuah makna yang sempit dari sebuah fase primitif “, sinis dan tegas ayah berkata&lt;br /&gt;“ apa ada yang lebih luas dan modern yah ? “&lt;br /&gt;“ ada, tapi kau harus buka pikiranmu karena kau bukan tuhan, temukan jawaban itu nak “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun memulai pencarian untuk jawaban itu, kususuri, kumasuki semakin dalam dan kurekam dia dengan jelas. Dari sudut kota yang paling sempit sampai yang paling luas. Dari garis batas yang terlihat sampai dengan yang tidak terlihat. Ayahku benar “ berbagi “ masihlah teramat sempit dan primitif. Lihatlah sejarah 1917, kata berbagi untuk perubahan menjadi sempit untuk alasan sepotong roti yang tersedia. “ berbagi “ hanya untuk sebuah naluri lapar dan haus dimasa lalu. Dan dimasa sekarang “ berbagi “ hanya untuk sebuah rasa sakit dan kecewa akibat cinta. Jangan – jangan masyarakat tanpa alienasi akan terbentuk manakala semua orang berada dalam rasa sakit, kecewa, lapar, haus, dan miskin hingga semua dendam akan membentuk rangkaian kata “ berbagi “. Lalu dimana kebahagiaan dan rasa cinta atau saat ini kita telah memulai untuk menguburnya hidup – hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Hari telah tertutup, berganti dengan Si Sabit yang menggantung di angkasa. Aku terduduk diantaranya, sekali ini aku ingin meyakinkan diri bahwa egality akan tetap ada tapi tidak untuk menjadi sempit karena dendam dan rasa sakit. Seperti apa yang dikatakan jhon lennon sebelum ia pergi. Lantunannya menghangatkanku malam ini, menambah sebuah keyakinan masyarakat tanpa alienasi dapat tumbuh oleh kasih sayang dan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imagine there's no Heaven&lt;br /&gt;It's easy if you try&lt;br /&gt;No hell below us&lt;br /&gt;Above us only sky&lt;br /&gt;Imagine all the people&lt;br /&gt;Living for today&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imagine there's no countries&lt;br /&gt;It isn't hard to do&lt;br /&gt;Nothing to kill or die for&lt;br /&gt;And no religion too&lt;br /&gt;Imagine all the people&lt;br /&gt;Living life in peace&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You may say that I'm a dreamer&lt;br /&gt;But I'm not the only one&lt;br /&gt;I hope someday you'll join us&lt;br /&gt;And the world will be as one&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imagine no possessions&lt;br /&gt;I wonder if you can&lt;br /&gt;No need for greed or hunger&lt;br /&gt;A brotherhood of man&lt;br /&gt;Imagine all the people&lt;br /&gt;Sharing all the world&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You may say that I'm a dreamer&lt;br /&gt;But I'm not the only one&lt;br /&gt;I hope someday you'll join us&lt;br /&gt;And the world will live as one&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imagine&lt;br /&gt;Jhon lennon&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1307302643648478475-357970177605383130?l=huggalih.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://huggalih.blogspot.com/feeds/357970177605383130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1307302643648478475&amp;postID=357970177605383130' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1307302643648478475/posts/default/357970177605383130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1307302643648478475/posts/default/357970177605383130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://huggalih.blogspot.com/2009/07/egality.html' title='Egality'/><author><name>Galih Aji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06263958587883872636</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_M3_mBDaDdy0/SmAgUylSlHI/AAAAAAAAAAM/_dMaAda7qss/S220/galih.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
