journey for dream

Kamis, 16 Juli 2009

Ada begitu banyak cerita heroisme yang kita dengar, lihat, atau baca. Tapi buatku kisah yang paling menarik adalah kisah tentang para pelaut. Karena tiap kali aku baca kisah tersebut memoriku selalu teringat tentang satu cerita yang pernah dikisahkan ayahku disatu malam. Sebuah kisah untuk membuatku tertidur dan bermimpi indah pada awalnya, akan tetapi mendengar kisah tersebut justru membuatku berpikir dan membayangkan kalau akupun harus mengalami seperti tokoh tersebut.

Cerita dimulai sebelum manusia sadar akan adanya kehidupan lain bahkan mimpi dan cita - cita adalah layaknya berhayal dan absurd pada waktu itu. Kehidupan bagi semua orang pada waktu itu adalah hanya tentang apa yang kau lihat dan miliki. Tapi tidak semua orang pada kenyataannya berpikir hal yang sama. Karena ternyata masih ada seseorang yang berani bermimpi untuk hal yang abstrak dan mustahil terwujud bagi sebagian orang yang mendengarnya. karena keyakinan membawanya untuk percaya kalau mimpi adalah awal dari perubahan. Baginya bermimpi menjadi pelaut dan berlayar akan membawanya menemukan dunia dan kehidupan baru.

Maka dimulailah mimpi itu, ia tinggalkan semua apa yg dia miliki tanah, rumah, harta, semuanya. Karena baginya ada hal yang lebih penting bernama " sejarah", keyakinan telah membawanya melempar sauh dan meninggalkan tanah kelahirannya. Selama perjalanan itu banyak sudah yang ia lihat, dengar, dan saksikan begitu banyak tanah, budaya, ataupun kehidupan yang berbeda. Akan tetapi definisi tentang dunia dan kehidupan baru masih juga belum ia temukan. Karena baginya semuanya yang ia lihat dan dapat hanyalah perbedaan tempat belaka sedangkan sisanya masih sama. Tanpa ia sadari waktu terus begulir dengan semua dialektikanya akan tetapi keresahan itu masih saja memenuhi keyakinannya. Sampai pada satu waktu ia merasa lelah, termenung dalam kesepian dan kesendirian. Tiba - tiba depresi membuat ia berpikir ulang tentang semua mimpinya dan membawanya kembali teringat akan tanah dan rumahnya. Sambil termenung ia bertanya untuk apa ia melakukan ini ?, adakah mimpi itu satu hal yang nyata ?, lalu bagaimana dengan sejarah dan perubahan ?,...

Tak ada jawaban yang ia dapat dalam tiap pertanyaan tersebut, dan bertahun - tahun sudah ia lalui. Sudah beratus bab catatan yang ia buat sebagai rekaman perjalanan tentunya dengan cerita didalamnya. Beberapa orang yang mengetahui cerita perjalanannya hanya menganggapnya lelaki yang utopis tanpa mengerti substansi tujuan akhirnya. Tapi tak urung cerita tersebut membuat sebagian orang penasaran dan bertanya - tanya. Hingga satu hari seorang nelayan menemukan sebuah perahu yang karam, sebuah perahu yang diketahui belakangan adalah perahu si pemimpi. Akan tetapi tak ditemukan seorang pun di perahu tersebut. Yahh si pemimpi telah pergi, hilang secara misterius dan tersisa hanya sebuah buku. Sebuah buku yang bercerita tentang semua perjalanannya dgn semua mimpinya yang berisi berbagai rekaman hidup. Sampai buku itupun menjadi kisah dan menggugah kesadaran sebagian orang untuk mempunyai mimpi yang sama. Yaaa.., kisah tersebut telah menjadi sejarah sendiri dan juga telah merubah menjadi sebuah inpirasi. Dan mungkin si pemimpi dapat tersenyum menikmatinya karena mimpinya telah menjadi sejarah dan merubah sebagian orang. Bukan tanah, rumah, atau kehidupan baru yang ia dapat akan tetapi kisahnya adalah pandangan baru untuk orang lain. Sungguh mulia bagi mereka yang tidak hanya bermimpi untuk dirinya sendiri akan tetapi membuat sadar orang lain dengan mimpinya.

3 komentar:

bogorbiru mengatakan...

ja pourga, kalo kata filsuf martil kita itu Gal.. dan katakan ya pada hidup. jadi kuucapkan selamat berlayar dengan sampan kecilmu di samudera luas tanpa tepi yg memabukkan ini...

Senjakala Hati mengatakan...

yuk...ya...yuuuuk

Si Jingga mengatakan...

berlayar di samudera mimpi adalah kegiatan paling asik :)